HealthNews

Aritmia, Penyebab Kenapa Seseorang Bisa Meninggal Secara Mendadak

Pernah tidak sih kalian bertemu dengan seorang teman, bercanda tawa bersama-sama. Eh, pas esok harinya muncul berita bahwa teman kalian tersebut telah tiada? Tentu ini sangat mengejutkan, dimana hari sebelumnya tampak sehat-sehat saja, bagaimana bisa besoknya meninggal dunia. Ternyata, penyebab kenapa orang bisa meninggal secara mendadak adalah aritmia. Apa sih aritmia itu?

Aritmia adalah

Menurut ilmu kedokteran, aritmia adalah masalah ketidakteraturan irama jantung. Ketidakteraturan ini bisa berdetak terlalu cepat atau bisa juga terlalu lambat. Aritmia bisa terjadi karena impuls listrik yang berfungsi mengatur detak jantung tidak bisa bekerja dengan baik. Ada beberapa penyebab yang bisa membuat seseorang terserang aritmia.

  1. Tidak seimbangnya kadar elektrolit dalam darah.
  2. Menggunakan obat-obatan terlarang.
  3. Efek samping obat yang digunakan misalnya obat batuk dan obat pilek.
  4. Sering mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol.
  5. Sering minum minuman yang mengandung kafein.
  6. Merokok.
  7. Gangguan kelenjar tiroid.
  8. Sleep apnea obstruktif (kelainan pernapasan ketika tidur).
  9. Diabetes.
  10. Hipertensi.
  11. Penyakit jantung koroner, gangguan jantung lain atau memiliki riwayat masalah dengan jantung.

Dari banyak kasus yang terjadi, ada 5 jenis aritmia yang umum kita jumpai.

Pertama yakni bradikardia. Ini kondisi dimana jantung berdetak lebih lambat dari biasanya.

Kedua adalah blok jantung. Merupakan kondisi yang lebih parah dari bradikardia dimana detak jantung yang lebih lambat yang bisa membuat seseorang kehilangan kesadaran.

Ketiga adalah takikardia supraventrikular. Takikardia supraventrikular adalah kondisi jantung yang berdetak jauh lebih cepat.

Keempat, fibrilasi atrium. Merupakan kondisi detak jantung yang sangat cepat meski sedang istirahat.

Dan yang kelima adalah fibrilasi ventrikel. Ini kondisi dimana penderitanya pingsang atau yang parahnya lagi bisa meninggal dunia akibat detak jantung yang tidak beraturan.

Cara Mencegah

Untuk mencegah terserang aritmia, ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan seperti:

  1. Menjauhi hal-hal yang bisa membuat stres.
  2. Mengkonsumsi makanan yang bergizi.
  3. Menjaga berat badan.
  4. Tidak mengkonsumsi sembarangan obat.
  5. Jangan terlalu banyak minum minuman mengandung kafein dan alkohol.
  6. Tidak merokok.
  7. Olahraga.

Pengobatan

Bagi yang menderita aritmia tidak perlu panik. Ada beberapa pasien yang sebenarnya tidak perlu pengobatan secara khusus. Pengobatan hanya diberikan jika gejala aritmia yang diderita pasien memiliki kemungkinan untuk memperparah dan mengakibatkan adanya komplikasi. Inilah beberapa jenis pengobatan yang akan dilakukan.

  1. Mengkonsumsi obat yang bisa menjaga denyut jantung agar tetap stabil.
  2. Menggunakan alat picu jantung dan implantable cardioverter defibrilator (ICD). Alat ini dipasang di bawah kulit dada bagian atas untuk mendeteksi perubahan denyut jantung. Apabila denyut jantung mulai berubah, alat ini akan mengirim sinyal listrik ke jantung untuk membuatnya berdetak normal.
  3. Kardioversi. Metode ini biasa dilakukan pada mereka yang mengalami fibrilasi atrium dan takikardia supraventrikular dimana dokter akan memberikan kejutan listrik ke dada untuk membuat denyut jantung kembali normal.
  4. Metode ablasi. Dokter akan memasukkan sebuat kateter dengan menggunakan sinar X melalui pembulu darah di kaki. Ketika kateter berhasil menemukan sumber gangguan detak jantung, alat itu akan merusak bagian kecil jaringan jantung tersebut.
Share: